<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://www.nurani.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nurani.co.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 08:37:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Mutiara Hikmah Israk Mikraj &#8221; THE MIRACLE OF SHALAT &#8220;</title>
		<link>http://www.nurani.co.id/nurani/mutiara-hikmah-israk-mikraj-the-miracle-of-shalat/</link>
		<comments>http://www.nurani.co.id/nurani/mutiara-hikmah-israk-mikraj-the-miracle-of-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 08:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nurani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurani.co.id/?p=3091</guid>
		<description><![CDATA[Selain sebagai ibadah yang tidak boleh ditinggalkan, ternyata shalat juga memiliki keajaiban luar biasa. Seluruh gerakan shalat memiliki kelebihan yang bermanfaat bagi tubuh kalau dilakukan dengan baik dan benar. Apa saja keajaiban gerakan shalat? Berikut liputannya. Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek &#8220;olahrohani&#8221; yang dapat melahirkan ketenangan jiwa atau &#8220;jalinan <a href="http://www.nurani.co.id/nurani/mutiara-hikmah-israk-mikraj-the-miracle-of-shalat/"><b>...Baca selanjutnya</b></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.nurani.co.id/wp-content/uploads/2013/05/nurani-1.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-3073" alt="nurani-1" src="http://www.nurani.co.id/wp-content/uploads/2013/05/nurani-1.gif" width="340" height="279" /></a>Selain sebagai ibadah yang tidak boleh ditinggalkan, ternyata shalat juga memiliki keajaiban luar biasa. Seluruh gerakan shalat memiliki kelebihan yang bermanfaat bagi tubuh kalau dilakukan dengan baik dan benar. Apa saja keajaiban gerakan shalat? Berikut liputannya.</p>
<p>Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek &#8220;olahrohani&#8221; yang dapat melahirkan ketenangan jiwa atau &#8220;jalinan komunikasi&#8221; antara hamba dengan tuhannya, secara fisik pun shalat mengandung banyak keajaiban.</p>
<p>Selain menjadikan sebagai media ibadah kepada Allah SWT, shalat juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Seperti dijelaskan oleh Dr dr Lukman Shebubakar SpOT (K), Spesialis Orthopedi (Bedah Tulang) RS Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan yang mengatakan bahwa pergerakan shalat sama halnya dengan olahraga ringan.</p>
<p>“Pergerakan itu seperti yang dilakukan para atlet olahraga ketika meluweskan tangan maupun kakinya sebelum memulai pemanasan tanpa harus berlari atau pun loncat-loncat. Karena gerakan shalat sudah diatur dan juga jumlah pengaturan rakaatnya juga disesuaikan dari masing-masing waktunya (5 waktu), disesuaikan dengan kemampuan fisik manusia,” ujar Lukman.</p>
<p>Menurut Ustad Abu Sangkan, pengarang Buku Pelatihan Shalat Khusuk, dalam shalat itu kita dilatih untuk bisa disiplin dan tepat waktu. Dalam melaksanakan kewajiban shalat lima waktu kita dapat menghadirkan beberapa makna dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya mengajari kita bagaimana mengawali segala sesuatu dengan niat yang baik. Hal ini bisa tercermin sebelum memulai shalat kita harus mengawalinya dengan niat. “Niat sangat penting dalam ibadah. Diterima tidaknya sebuah ibadah sangat dipengaruhi oleh niat,” tambahnya.</p>
<p>Prof Dr KH Ali Aziz MAg, penemu terapi shalat bahagia mengatakan, shalat adalah ibadah yang setiap gerakannya mengandung doa. Sedangkan dalam kajian Islam, shalat adalah ibadah yang berisi bacaan dan gerakan yang diawali dengan takbir dan ditutup dengan salam. Shalat merupakan ibadah yang mempunyai kedudukan tertinggi dan paling pokok di antara semua kewajiban yang ada dalam Islam. Perintah shalat diulang-ulang di beberapa ayat Alquran dan hadis. “Shalat merupakan wujud dan sarana penguatan iman. Iman yang benar menghasilkan ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa inilah yang dicari semua ilmuan kejiwaan di dunia. Shalat menjadi solusi problem hidup, sehingga pelaku shalat berbahagia setelah melakukannya,” papar Ali Aziz yang juga dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya.</p>
<p>Ditambahkan, setiap gerakan shalat itu punya banyak manfaat, namun gerakan-gerakan tersebut juga harus dibarengi dengan penghayatan dan …(baca ulasan selengkapnya di Tabloid NURANi edisi 642).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurani.co.id/nurani/mutiara-hikmah-israk-mikraj-the-miracle-of-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Akikah untuk Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.nurani.co.id/kajian-syariah/hukum-akikah-untuk-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.nurani.co.id/kajian-syariah/hukum-akikah-untuk-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 08:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurani.co.id/?p=3088</guid>
		<description><![CDATA[Anak yang baru dilahirkan, diperintahkan oleh Rasulullah untuk diakikahi sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Bahkan, kalau tidak dilakukan, padahal orang tuanya mampu, maka anak tersebut seakan tergadaikan. Bolehkah mengakikahi diri sendiri yang saat lahir tidak diakikahi orang tua? Berikut penjelasannya. Akikah  (aqiiqah, membelah) adalah menyembelih binatang (lazimnya kambing), dalam rangka menyambut kelahiran anak. Tetapi, <a href="http://www.nurani.co.id/kajian-syariah/hukum-akikah-untuk-diri-sendiri/"><b>...Baca selanjutnya</b></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Anak yang baru dilahirkan, diperintahkan oleh Rasulullah untuk diakikahi sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Bahkan, kalau tidak dilakukan, padahal orang tuanya mampu, maka anak tersebut seakan tergadaikan. Bolehkah mengakikahi diri sendiri yang saat lahir tidak diakikahi orang tua? Berikut penjelasannya.</p>
<p>Akikah <a href="http://www.nurani.co.id/wp-content/uploads/2013/05/nurani-2.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-3074" alt="nurani-2" src="http://www.nurani.co.id/wp-content/uploads/2013/05/nurani-2.gif" width="340" height="208" /></a> (aqiiqah, membelah) adalah menyembelih binatang (lazimnya kambing), dalam rangka menyambut kelahiran anak. Tetapi, ada juga pendapat fuqaha&#8217; (ulama ahli fikih) yang membolehkan akikah dengan sapi atau onta, dengan argumen kias aulawiy (lebih utama, kalau kambing saja boleh apalagi sapi atau onta). Jumhur fuqaha&#8217; berpendapat bahwa akikah untuk anak laki-laki adalah dengan menyembelih dua ekor kambing, sedang untuk anak perempuan cukup dengan seekor kambing.</p>
<p>Hal ini didasarkan pada sebuah hadis sahih bahwa Rasulullah Saw memerintahkan umatnya agar mengakikahi anak laki-laki dengan dua ekor kambing, sedang untuk anak perempuan dengan seekor kambing (HR at Turmudziy dari Aisyah Ra). Tetapi, mazhab Maliki berpendapat, baik untuk anak laki-laki maupun untuk anak perempuan cukup dengan seekor kambing saja. Mereka mendasarkan pendapat ini pada sebuah hadis sahih bahwa Rasulullah Saw mengakikahi Hasan dan Husain masing-masing dengan seekor kambing (HR Abu Dawud dari Ibnu Abas Ra).</p>
<p>Mengenai hukum akikah, para fuqaha&#8217; juga berbeda pendapat sebagai berikut. Sebagian ulama mazhab adh Dhahiri berpendapat bahwa hukum akikah adalah wajib. Sedang Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa hukum akikah itu hanyalah mubaach (boleh) saja. Sementara jumhur fuqaha&#8217; berpendapat bahwa hukum akikah adalah sunah (dianjurkan). Perbedaan pendapat ini bermuara pada penafsiran dan pemahaman mereka terhadap satu hadis yang….(ikuti kajian selengkapnya di Tabloid NURANi edisi 642.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurani.co.id/kajian-syariah/hukum-akikah-untuk-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Risty Tagor, Ajari Anak Mengaji</title>
		<link>http://www.nurani.co.id/nurani/risty-tagor-ajari-anak-mengaji/</link>
		<comments>http://www.nurani.co.id/nurani/risty-tagor-ajari-anak-mengaji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 07:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nurani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurani.co.id/?p=3082</guid>
		<description><![CDATA[Untuk urusan mendidik anak, artis muslimah Risty Tagor sangat antusias sekali. Seperti dalam mengajari anaknya untuk mengaji. Dengan diajari mengaji sejak dini, menurut Risty, akan membentuk karakter menjadi anak yang saleh. Semakin bertambah usia Risty, ia merasa malah lebih dekat dengan Allah. Pasalnya, pasca berjilbab, dalam hatinya tergerak agar selalu menjalankan semua ajaran Islam. Memang <a href="http://www.nurani.co.id/nurani/risty-tagor-ajari-anak-mengaji/"><b>...Baca selanjutnya</b></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk urusan mendidik anak, artis muslimah Risty Tagor sangat antusias sekali. Seperti dalam mengajari anaknya untuk mengaji. Dengan diajari mengaji sejak dini, menurut Risty, akan membentuk karakter menjadi anak yang saleh.</p>
<p>Semakin bertambah usia Risty, ia merasa malah lebih dekat dengan Allah. Pasalnya, pasca berjilbab, dalam hatinya tergerak agar selalu menjalankan semua ajaran Islam. Memang tidak semua artis yang berjilbab dapat mengubah semua perilaku kepribadiannya, tapi hal itu tampaknya tak berlaku bagi artis kelahiran Jakarta, 12 April 1989 ini.</p>
<p>Menurut Risty, jika seseorang sudah memutuskan berjilbab, maka ia juga harus mengubah semua perilaku yang kurang baik dalam dirinya. Tak hanya itu, kewa<a href="http://www.nurani.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Nurani-3.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-3075" alt="Nurani-3" src="http://www.nurani.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Nurani-3.gif" width="340" height="510" /></a>iban berjilbab memang sudah dijelaskan dalam Islam. Hanya saja, ada wanita yang bimbang untuk mengenakan jilbab. Risty mengaku sangat beruntung mampu hijrah berjilbab. Dia merasa bahwa berjilbab adalah hidayah dari Allah. Pola hidupnya pun juga berubah. Untuk masalah beribadah, Risty tak pernah telat untuk menjalankannya.</p>
<p>&#8220;Syukur alhamdulillah Mas, sekarang shalat sama ngaji enggak pernah bolong. Mungkin ini juga ada pengaruh dari jilbab yang aku pakai,&#8221; tutur dia saat dihubungi NURANi.</p>
<p>Ternyata pasca berjilbab, Risty mengaku seolah ada yang menuntun jika…(baca kisah Risty selengkapnya di Tabloid NURANi edisi 642).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurani.co.id/nurani/risty-tagor-ajari-anak-mengaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
