3Sebelum meninggal karena kecelakaan motor pada Jumat (26/4) dini hari, ternyata Ustad Jefri Al Buchori (UJE) sudah memberikan pesan kepada saudara, orang tua, dan teman-temannya. Firasat tersebut baru bisa ditangkap setelah ustad gaul itu tiada. Benarkah firasat kematian itu ada? Berikut liputannya.

UMAT Islam Indonesia kembali berduka. Kali ini Ustad Jefri Al Buchori yang lebih dikenal dengan sebutan Ustad Uje, Jumat (26/4) dini hari meninggal karena kecelakaan motor. Umat Islam merasa kehilangan sosok ustad yang gaul dan berkharisma dalam setiap penampilannya dakwahnya.

Yang menarik, sebelum Uje meninggal dunia karena mogenya nabrak trotoar, ustad yang pertengahan April lalu genap berusia 40 tahun itu sudah meninggalkan firasat dan banyak pesan kepada keluarga, teman, dan sahabat-sahabatnya.

Keluarga dan kerabatnya mengaku jika ada firasat yang dirasakan sebelum Uje menutup mata selama-lamanya. Kepada ibunya kandungnya, Tatu Mulyana, Uje mencurahkan isi hatinya jika dirinya ingin beristirahat dan mengurangi ceramah. Lantas sang Umi menganjurkan agar Uje mengurangi jadwal ceramahnya menjadi tiga kali seminggu. Tatu Mulyana meneteskan air matanya mengetahui rasa cinta anaknya yang begitu dalam kepada seorang ibu. Ia merasa terharu. Sehari sebelum meninggal, Uje meminta agar sang Umi tidak menangis terus. “Memang air mata Umi masih ada,” tanya Uje kepada Uminya di malam terakhir sebelum Uje pergi. Entah apa maksud Uje yang mengatakan kepada Uminya, jika dirinya sudah jatuh tempo. Sang Umi mengira makna tersebut adalah soal kartu kredit yang sudah jatuh tempo. Namun bukan itu makna yang tersirat di balik pesan Uje. “Ternyata jatuh temponya dipanggil sama Allah,” getar bibir Tatu sambil menitikkan air mata.

Begitu juga firasat yang dirasakan Pipik Dian Irawati. Sehari sebelum meninggal, Uje meminta Pipik untuk belajar memandikan jenazah. Dalam perbincangan di dalam kamar tidur mereka, Pipik sempat bertanya siapa yang akan menjadi contoh jenazahnya. Uje pun menjawab dirinya bisa dijadikan jenazahnya. Uje bercerita kepada Pipik bahwa…baca firasat kematian UJe selengkapnya di Tabloid NURANi edisi 153.

 

Comments are closed.