Aneh bin ajaib, ada jenazah yang tiga kali ditolak bumi. Setiap kali lubang makamnya selesai digali, selalu saja diikuti sumber air bercampur batu yang tak terkendali. Akibatnya, jenazahnya tidak bisa dikubur dan tertunda sehari. Adakah ini warning bagi mereka yang ingkari janji pada anak yatim? Simak kisahnya berikut ini.

Satu lagi peristiwa aneh tapi nyata membuat geleng-geleng kepala warga kampung Karangsari VIII, Kelurahan Pisangan, Jakarta Timur. Betapa tidak, ada salah satu warganya yang meninggal dunia (namanya sengaja kami samarkan dengan inisial RF (40)) dan jenazahnya sulit dikubur. Bukan karena terlalu besar atau tidak ada yang memakamkan, namun lubang kubur yang akan dipergunakan untuk memakamkan jenazahnya selalu dipenuhi air bercampur batu yang bersumber dari dalam makam. Bukan cuma itu, jika hal itu hanya terjadi sekali alias hanya di satu lubang, mungkin bisa diterima. Namun jika sudah berpindah tiga kali lubang baru, peristiwa yang sama pun terjadi.

Peristiwa itu terjadi saat prosesi pemakamannya, Senin (22/12) di Tempat Pemakaman Umum (TPA) Pisangan Kreo, Jakarta Timur. Berdasarkan informasi, ia meninggal dunia setelah sebelumnya gegar otak selama seminggu akibat terjatuh dari sepeda motor di kawasan Petamburan, Jakarta Selatan.

Awalnya tak ada yang aneh dengan proses pengurusan jenazah almarhum. Setelah dirasa siap, jenazah pun mulai perlahan-lahan dimasukkan ke dalam liang kubur. Prosesi awalnya berjalan hikmat hingga azan pun dikumandangkan. Namun, begitu prosesi itu berlangsung, mendadak kejadian aneh menyentakkan semua yang hadir di tempat itu.

“Loh-loh, kok ada air ini,” seru salah seorang warga.

Suasana pun mulai tak kondusif, semua mata tertuju ke dalam lubang kubur, din mana sudah ada di dalamnya. Benar saja, dari balik jenazah perlahan-lahan tapi pasti air semakin banyak dan keruh bercampur batu.

“Ayo-ayo kita kuras dulu,” seru mereka hampir bersamaan.

Astagfirullahalaziim, dengan terpaksa jenazah pun dikeluarkan lagi agar air bisa dikuras. Lagi-lagi hal aneh terjadi. Meski dikuras, … baca kisah selengkapnya di Tabloid KISAH HIKMAH edisi 145.

Comments are closed.