NURANI-1Perintah puasa pada bulan Ramadan ternyata memiliki keutamaan yang luar biasa. Selain berpahala besar dan bisa menyehatkan badan, ternyata puasa juga mampu menyembuhkan segala penyakit kronis. Benarkah? Berikut liputannya.

Menjelang datangnya bulan Suci Ramadan, umat Islam mulai mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menyambut perintah puasa dari Allah SWT. Beberapa orang yang memiliki riwayat sakit kronis atau sedang mengalami sakit parah, mulai melakukan konsultasi kesehatan kepada para dokter yang selama ini merawatnya.

Puasa terbukti sebagai obat mujarab yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit jasmani dan rohani, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda: “Shuumuu tashihhuu (berpuasalah, niscaya kalian akan sehat)”.

“Bapak” dokter atau psikolog dunia Ibnu Sina atau Avicenna (Persia, 980-1037) sering memanfaatkan puasa sebagai terapi penyembuhan dalam praktik pengobatannya bagi pasien yang menderita sejumlah penyakit jasmani ringan atau berat, bahkan penyakit rohani kronis.

Ibnu Sina adalah sosok dokter jasmani dan psikolog rohani yang telah menjadi teladan bagi segenap dokter dan psikolog dunia. Resep pengobatannya tidak melulu obat herbal atau kimia. Justru Ibnu Sina sering menelaah sejumlah rutinitas ibadah seperti shalat dan puasa yang sengaja diperintahkan Tuhan untuk dijalankan sebagai kewajiban normatif.

Pola pemikiran Ibnu Sina yang menjadikan puasa sebagai terapi medis diadopsi para dokter untuk mengobati beberapa penyakit yang diderita sejumlah pasien. Seperti penyakit mag misalnya. Obat tradisional versi Ibnu Sina yang jitu adalah dengan terapi “puasa”.

Fakta riilnya, orang yang memiliki mag akut (kronis) dapat disembuhkan dengan cara berpuasa secara rutin. Bahkan, orang yang….(baca ulasan selengkapnya di Tabloid NURANi edisi 648).

Comments are closed.